Beda Kota Beda Desa, Beda Masalah Beda Solusi

Bojonegoro sebagai daerah yang baru berkembang, moda transportasinya masih konvensional dan terbatas dari segi kualitas pelayanan maupun kuantitas penyedia jasanya. Penyedia jasa transportasi di Bojonegoro umumnya diadakan oleh masyarakat kebanyakan, dalam bentuk angkutan pedesaan dan ojek motor. Sebagai antisipasi perkembangan sektor pariwisata di Bojonegoro maka perlu dukungan sarana transportasi yang layak, terjangkau, aman dan nyaman. Maka, malam ini Kang Yoto memerintahkan Kadishub untuk mengimplementasikan integrasi moda transportasi konvensional yang ada di Bojonegoro dengan vendor penyedia aplikasi transportasi online seperti Uber, Grab, Gojek dll.

Memang beda kota, beda desa maka beda pula masalah dan solusinya. Kita janganlah membandingkan masalah daerah lain dengan masalah di daerah kita, karena setiap daerah itu unik, memiliki masalahnya sendiri dan tentu memiliki inovasi solusinya sendiri. Ambil contoh, moda transportasi online yang saat ini banyak di tolak di beberapa kota besar, belajar dari pengalaman tersebut, Bojonegoro memilih jalan integrasi, artinya para tukang ojek konvensional dan penyedia jasa angkutan kita pertemukan dengan vendor aplikasi online, kita adakan sosialisasi sekaligus pelatihan agar bisa memanfaatkan aplikasi transportasi online untuk memperbaiki kualitas pelayanan yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan mereka.

Nah sebagai warga Bojonegoro, apa tanggapan anda? Ini Kang Yoto sempat mewawancarai salah seorang karyawan swasta di salah satu perusahaan di Bojonegoro. Kalau dia setuju ada transportasi online karena memudah kan dia berangkat kerja.

Baca Juga Dari Kang Yoto

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.