Berbagi Strategi Atasi Kemiskinan ke Dunia

suyoto bojonegoroVIVA.co.id – Bupati Bojonegoro, Suyoto, diundang menjadi pembicara di forum internasional. Dia diundang untuk berbicara di sebuah workshop bertajuk “Modern Slavery and Climate Change: The Commitment of the Cities” yang dihelat di Akademi Pontificia Scientiavrm, Vatikan.

Demikian isi keterangan tertulis dari Pemda Bojonegoro yang diterima VIVA.co.id pada Kamis, 23 Juli 2015. Suyoto menjadi satu-satunya delegasi dari Indonesia yang diundang dan berbicara di forum yang digelar pada 21-22 Juli 2015. Sementara, acara itu dihadiri sekitar 1.000 peserta, termasuk dari PBB.

Dalam presentasinya, Suyoto mencoba menawarkan solusi dan tawaran penting terhadap tema hari kedua yakni pembangunan ekonomi yang inklusif. Panitia mengingatkan aktivitas global menunjukkan kegiatan produksi dan konsumsi sebagai tujuan utama pertumbuhan ekonomi serta pembangunan suatu negara.

Diperlukan penataan pembangunan, penciptaan pekerjaan yang tepat untuk menanggulangi kemiskinan, perlindungan lingkungan dan ekossistem. Tujuannya, untuk mengurangi polusi di semua sisi. Tetapi, hal tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan dan memegang pedoman tujuan pembangunan berkelanjutan versi PBB.

“Demokrasi dan otonomi di Indonesia telah memungkinkan kami untuk fokus kepada masalah lokal yang kami hadapi yaitu kemiskinan. Untuk itu, Pemda Bojonegoro harus memastikan peran pemerintahan berjalan efektif dan transformatif dalam menyelesaikan tantangan itu,” kata Suyoto.

Bojonegoro diketahui termasuk area yang dikenal miskin. Bahkan, potret kemiskinan di sana diabadikan dalam bentuk buku foto berjudul “Bojonegoro 1900-1942: A Story of Endemic Poverty in North-East Java-Indonesia”. Buku itu dikarang oleh CLM Penders.

“Bojonegoro memiliki tantangan berupa pengentasan kemiskinan, merehabilitasi hutan, lingkungan hidup, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan modal sosial,” papar Pemda.

Dalam kesempatan itu, Suyoto juga mengajak adanya upaya sistematis bersama, agar mengubah sistem ego ke sistem eco yang dianggap lebih ramah lingkungan. Ini menjadi kesempatan Suyoto menjadi pembicara di forum internasional. Sebelumnya, pria yang akrab disapa Kang Yoto itu pernah menjadi pembicara di Forum Global di Institut Teknologi Massachusetts, Boston, pada Februari 2014. (one)

Baca Juga Dari Kang Yoto

Comments

Loading...