Membayar Janji Sosial

Pernahkah ketinggalan pesawat?

Saya beberapa kali, tapi siang ini agak berbeda. Pertama karena sebenarnya saya belum ingin meninggalkan kegiatan di Bali, walau begitu saya tetap harus pergi karena nanti malam ada rapat di Bojonegoro. Saya naik pesawat denpasar surabaya, pukul 12.50, last check in, last call, saya menuju pesawat, turun tangga, jalan kaki. Persis di depan pesawat, pintu ditutup dan tangga ditarik.

“Waaah! Saya ditinggal”.

Tidak tahu pasti, mungkin komunikasi petugas darat ada yg terputus, atau memang sudah seharusnya saya ditinggal. Sambil berdiri di depan pesawat, saya lihat petugas mengontak pilot. Tapi sang pilot memutuskan lanjutkan proses. Saat itu jam di tangan saya menunjukkan pukul 12.35. Saya harus kembali ke ruang tunggu. Para petugas panik, beberapa diantaranya terlihat merasa bersalah.

Saya tidak ingin menghukum mereka, saya yang salah terlalu mepet sampai di bandara. Saya harus merelakan hati pesawat itu terbang membawa penumpang. Membuka kembali pintu pesawat berarti menodai perjanjian, akan ada sekian banyak orang yang dirugikan. Saya mengatakan pada diri sendiri: sudah seharusnya menepati janji waktu, yang juga janji sosial. Saat yang banyak harus diprioritaskan, yang kecil harus merelakan. Bukankah dengan cara itu kita semua akan mendapatkan kepastian sosial! Berikanlah penghormatan agar kelak mendapatkan kehormatan.

Denpasar, 3 Maret 2015
Kang Yoto

Baca Juga Dari Kang Yoto

Comments

Loading...