Menuju Bojonegoro Produktif dan Indonesia Berdaya Saing

Siang hari ini, didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Kang Yoto menerima kunjungan dari Lion Parcel (Lion Air Group), dalam rangka kerjasama pengembangan pemasaran produk UKM, dengan sasaran pasar adalah wisatawan domestic/manca negara serta penumpang pesawat Lion Air Group.

Victor Ary Subekti selaku GM Commercial Lion Parcel menyatakan, bahwa bentuk kerjasama dengan UKM nantinya adalah dalam bentuk afiliasi produk unggulan di setiap daerah (termasuk Bojonegoro), kemudian mempromosikan dan memasarkan melalui tiga platform yang dimiliki oleh Lion Air Group, diantaranya:
1. Melalui www.lionparcel.com yang merupakan marketplace online khusus untuk UKM;
2. Melalui pemasaran Offline atau Online to Offline (O to O) di Window of Indonesia (WoI). WoI akan menjadi fasilitas bagi para wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara untuk dapat menikmati makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia, menjadi tempat untuk mempertunjukkan produk-produk kerajinan dan budaya, menjadi tempat bagi para wisatawan untuk menikmati berbagai ornamen budaya dari seluruh Indonesia dan juga akan mendorong pertumbuhan kerajinan tradisional maupun modern. Melaui Window of Indonesia, diharapkan bisa mendorong sektor pariwisata dan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia. WoI akan dibangun di tiga kota yaitu Manado, Denpasar dan Batam;
3. Inflight Shop (penjualan dalam penerbangan Lion Group). Saat ini Lion Air Group memiliki 1.235 penerbangan sehari dengan jumlah penumpang 50 Juta orang per tahun. Dalam penerbangan armada Lion Air Group tidak menyediakan layanan audio visual maupun sajian makanan, sehingga penumpang potensial memiliki banyak waktu untuk menerima informasi penawaran produk yang dijual/ditawarkan dalam penerbangan.

Sebagai tindak lanjut dalam tiga minggu kedepan, pada awal bulan April, Lion Parcel Bojonegoro akan mengadakan kurasi atau pemilihan produk unggulan, untuk menilai apakah suatu produk UKM tersebut bisa dimasukkan di WoI atau tidak. Setidaknya ada 3 komoditi UKM yang akan menjadi perhatian yaitu Kaos, Batik dan HandyCraft dari jati.

Kegiatan ini terbuka bagi seluruh UKM di Bojonegoro, tidak dipungut biaya, baik itu pengiriman, penyimpanan maupun promosi produk UKM diberikan secara Gratis. Pelaku UKM/pemilik barang nantinya juga akan mendapatkan pelatihan untuk mendesain kemasan yang aman dan menarik. Penjualan barang dilakukan dengan dua cara yaitu melalui titip jual (konsinyasi) dan beli putus.

Khusus untuk beli putus, merk akan dimiliki oleh Lion Air Group namun masih diperbolehkan mencantumkan identitas “made in Bojonegoro”.

Ayo UKM Bojonegoro, tangkap peluang ini, wujudkan Bojonegoro yang produktif untuk mendukung Indonesia yang berdaya saing!!!

Baca Juga Dari Kang Yoto

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.