Mungkinkah Menikmati Banjir ?

Mungkinkah Menikmati Banjir?
Bagi sebagian besar orang banjir adalah musibah, derita dan petaka yang harus dilawan, dikutuk dan diratapi. Mungkin pikiran ini ada benarnya, bila kila sejak awal menolak banjir. Tapi sebagian warga yang telah lama hidup di bantaran sungai, banjir dimaknai sebagai peristiwa rutin datangnya air berlebih saat musin hujan. Tempat hunian, infrastruktur dan pola hidup disesuaikan dengan siklus musiman. Lalu saat banjir sepanjang masih dapat bertahan mereka akan hidup ditempatnya walaupun air tergenang hingga lutut. Mereka akan mengungsi, ke tanah2 yang lebih tinggi bila air sudah di atas dada. Hingga kini sikap warga bantaran sungai masih belum jauh berbeda. Tdk aneh walaupun pemkab menyediakan taman ebaga (evakuasi banjir bahagia) beberapa tahun ini belum termanfaatkan. Pemkab dan berbagai relawan tetap siap melayani berbagai kebutuhan yang tidak mungkin diwujudkan warga tergenang secara mandiri, dan pertolongan khusus sesuai kebutuhan dengan standar kebencanaan.

Mentalitas siap menerima banjir bagi Bgoro lahir dari posisi Bgoro yang harus menerima aliran air bengawan solo yang terkumpul dari 14 kab/kota di hulu.

Bagi warga non banjir, apakah mungkin menikmati suasana banjir?

Waktu kecil, kebetulan hidup di kawasan non banjir, sehabis sekolah saya dan kawan kawan pergi mengunjungi sanak famili tergenang. Tapi itu hanyalah cara saya meminta restu orang tua.

Karena yang sebenarnya, kami menyukai bermain air, berenang, naik perahu getek di alam bebas nan penuh air. Kemampuan berenang diajarkan lingkungan kami.

Kini kami sedang berpikir, bagaimana memberi kesempatan orang lain:
1. menikmati aktifitas relawan, mengantar bantuan makanan, obat2an, atau keperluan hidup,
2. Memetik Blimbing desa Mojo sambil naik perahu getek.
3. Atau menginap di kamar banjir view hotel aston!

Banjir msh menjadi taqdir Bgoro, melawan, mengelola, dan memberi kesempatan bl ada yg ingin menikmatinya itu pilihan!

Ada pikiran dan saran?

Bgoro, 21 des 14
Kang yoto

Baca Juga Dari Kang Yoto

Comments

Loading...