Pemerintah Yang Hadir Menjadi Kawan Susah Petani

“Ini bukan hanya soal pemerintah yang datang, tapi pemerintah yang hadir secara tepat!’

Itulah yang sejak awal terbayangkan saat kampanye dan menjabat Bupati. Petani ujung tombak produksi pertanian memerlukan: air cukup, bibit bagus, pupuk cukup, pestisida, alsintan, informasi cuaca dan pengetahuan dan ketrampilan. Lalu saat jual petani harus mendapat harga yang memadai, kalau ada resiko gagal panen ada jaminan. Semua harus dipenuhi secara memadai dan tepat.

Misi itulah yang terus kami usahakan lewat serangkaian program dan kegiatan. Fokus pada masalah dan solusi, itulah yang sejak tahun 2008 kami lakukan. Tugas mendampingi dan mengawal petani terasa ringan sejak Mentan dijabat Pak Amran Sulaiman. Beliau sangat mengerti kebutuhan dan melaksanakan secara tepat. Berbagai pihak ikut dilibatkan dan terlibat aktif mengawal tugas mulia produksi pangan, agar kita tidak impor, ketahanan dan kedaulatan pangan terwujud.

Alhamdulillah bila tahun 2008 produksi gabah Bojonegoro di sekitar 750 ribu ton, tahun 2016 bisa mencapai 1 juta 50 ribu ton lebih. Saya ingat bagaimana sinergi kami, pemkab, petani, Pemprov dan Mentan menundukkan ancaman gagal panen lebih 10 ribu hektar akibat kekeringan musim kemarau. Dengan kerja tepat cepat mengirim pompa air, hanya 1500an yang gagal. Sudah berminggu minggu bersama TNI dan Bulog memastikan harga sepadan buat petani. Petani juga belajar panen di waktu yang tepat, tidak panen di pagi hari agar kadar airnya tidak tinggi dan repaksinya tinggi. Rp 3,700 untuk gabah kering sawah dengan maksimal kadar air 25 persen, harga yang bagus, petani sudah untung.

Saat hari ini bersama petani, pak Menteri dan rombongan, panen, serap gabah dan tanam di desa Samberan Kanor Bojonegoro pagi ini rasanya menyenangkan. Apalagi dilaksanakan di pinggir embung yang terawat. Angin sepoi sepoi petani dan istri gemuyu. Saya ingin ajak pak Menteri melihat tanaman bawang merah, lombok dan ternak sapi di kawasan lain Bojonegoro agar semua gemuyu dan Indonesia semakin kuat. Dari Bojonegoro untuk Indonesia ayo #lampauibatasmaksimalmu #ojolalibahagia, Trimakasih pak Menteri yang menyanggupi untuk hadir lain waktu, kami tunggu semangat dan seyum selanjutnya.

Baca Juga Dari Kang Yoto

Comments

Loading...