Penuaan

Menjadi tua adalah kesempatan untuk sampai pada sebuah etape perjalanan

Berbeda dengan kematian yang semua orang pasti akan sampai dengan sendirinya
Etape tua dapat tak jadi sampai bila kematiaan datang lebih cepat,

Mungkin karena tidak semua orang berkesempatan menjadi tua itulah maka ada yang membanggakan penuaannya.
Merasa paling tahu, paling berhak menilai, paling berhak dihormati, paling pantas untuk didengar….

Maka ada orang tua yang kemudian menjadi tuli dan buta, bahkan bisu
Bukan telinga dan mata fisiknya yang tertutup, tapi hatinya, tertutup oleh ego dan superioritasnya.

Maka banyak yang berkata, menjadi tua itu pasti (padahal belum tentu) tapi menjadi dewasa itu pilihan!

Menjadi dewasa memerlukan segenap proses kelapangan dada, keterbukaan hati dan pikiran, juga keinginan
Menjadi dewasa memerlukan kesanggupan untuk mendengar, melihat dan memberi kasih dengan setulus hati,
Tak terkecuali kesanggupan menerima kenyataan keterbatasan fisik!

Sayangnya, pengalaman perjalanan hidup tak otomatis berbuah sikap kedewasaan!

Seperti kedudukan dan status sosial, penuaan bisa menjadi tempat bersemi yang subur bagi egoisme

Maka tak jarang bila setelah tua ada yang berubah kembali seperti anak anak, bukan soal kepolosannya, tapi soal egoismenya!

Bagaimana persiapan diri memasuki etape tua, sudahkah memilih model yang tepat saat berada di etape tersebut?

Siapa tahu diantara musafir yang beruntung sampai di etape tua itu adalah kita!

Bojonegoro, 11 Desember 2014
Kang Yoto

Baca Juga Dari Kang Yoto

Comments

Loading...