Rela dan Direlakan, Ridlo dan Diridloi

Surga itu idaman setiap orang!
Gambaran keindahan dan kebahagiaannya selalu menggugah jiwa ingin menggapai
Kegelisahan dan ketidakpastian, keduanya api yang selalu menyala, pemantik kerinduan akan surga

Tapi surga….!
Ternyata hanya dapat dimasuki oleh jiwa yang tenang, hati yang rela dan direlakan
Direlakan oleh Tuhan
Direlakan oleh sesama manusia dan alam

Direlakan itu bukan diabaikan, dibiarkan apalagi diacuhkan
Direlakan itu disetujui, diterima dan bahkan dihargai

Direlakan hanyalah sebuah akibat!
Hati yang penuh rela adalah sebabnya
Bila direlakan itu adalah puncak tangga maka merelakan itulah anak tangganya

Hati yang rela, bukan hati yang menyerah
Hati yang rela, hati yang menerima dengan penuh hormat, menerima tidak untuk kalah
Memiliki tidak untuk dikuasai, menggapai tidak untuk tergenggam

Aku rela, aku menerima sekaligus melepaskannya pergi jauh-jauh

Hidup ini adalah pemberian Tuhan, alam dan manusia
Hidup ini adalah ladang untuk memberi
Hidup ini adalah safana luas, tempat melepas seluruh karya, untuk pergi entah kemana

Itulah jiwa yang penuh rela, yang tak ada lagi gelisah dan gundah gulana.
Jiwa yang akhirnya tak menyisakan apapun yang diterima, untuk dimiliki.
Jiwa yang egonya melebur dalam gelombang Ketuhanan, kealaman dan kemanusiaan

Maka ia akan direlakan,
Maka ia akan sampai pada surganya

Selamat melepas karya, menggapai surga,

Surabaya, 18 Januari 2015
Kang Yoto

Baca Juga Dari Kang Yoto

Comments

Loading...